Selasa, 10 Januari 2012

pertentangan sosial dan integritas masyarakat


1.pengertian pertentangan social
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cb/2006-08-05_London_Demo2.jpg/200px-2006-08-05_London_Demo2.jpg
Description: http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Faktor penyebab konflik
  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.
Jenis-jenis konflik
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
  • Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  • Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  • Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  • Konflik antar atau tidak antar agama
  • Konflik antar politik.
Akibat konflik
Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :
  • meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  • keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
  • perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll.
  • kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
  • dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut:
  • Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
  • Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.
  • Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.
  • Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konfli
Contoh konflik
2.integritas masyarakat
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
  • Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
  • Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.
Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :
  • Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar)
  • Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.
Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan di antara berbagai kelompok.
Faktor-Faktor Pendorong
A. Faktor Internal :
  • kesadaran diri sebagai makhluk sosial
  • tuntutan kebutuhan
  • jiwa dan semangat gotong royong
B. Faktor External :
  • tuntutan perkembangan zaman
  • persamaan kebudayaan
  • terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
  • persaman visi, misi, dan tujuan
  • sikap toleransi
  • adanya kosensus nilai
  • adanya tantangan dari luar
Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial
1. Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, Maka pada diri masing-masing harus mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
2. Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Konflik

Rabu, 30 November 2011

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN

   Masyarakat berasal dari kata musyarak yang berasal dari Bahasa Arab yang memiliki arti ikut serta atau berpartisipasi, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Society. Sehingga bisa dikatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia yang berinteraksi dalam suatu hubungan sosial. Mereka mempunyai kesamaan budaya, wilayah, dan identitas.
   Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia :
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
   Masyarakat kota mempunyai ciri sebagai berikut :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan di desa,
2. Perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota,sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar,
3. Peluang kerja lebih mudah di peroleh warga kota dibandingkan warga desa,
4. Adat di kota tidak terlalu tampak,
5. Memiliki sifat yang terlalu individualisme.


   Masyarakat desa adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Adat istiadat adalah sesuatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosial hidup bersama, bekerja sama dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
Istilah desa dapat merujuk arti yang berbeda-beda tergantung dari sudut pandangnya.
Secara umum desa memiliki 3 unsur yaitu :
1. Daerah dan letak dalam arti tanah yang meliputi luas, lokasi
2. Penduduknya dalam arti jumlah, struktur umur, mata pencaharian
3. Tata kehidupan dalam arti corak, pola tata pergaulan dan ikatan warga desa.
    Masayarakat desa memiliki ciri sebagai berikut :
1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat,

2. Adat istiadat yang sangat kuat,
3. Memiliki sifat gotong royong,
4. Sebagian besar masyarakat desa hidup dari pertanian.


   

Rabu, 23 November 2011

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

    Prinsip dasar pelapisan sosial ialah selama manusia masih memiliki sesuatuyang dianggap berharga maka pelapisan sosial akan tetap terjadi. Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
statifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise. Beberapa kriteria yang di jadikan standar bagi pelapisan sosial adalah sebagi berikut :
1. Kekayaan (sesuai pemikiran aristoteles)
2. Identitas, sumber pendapatan dan cara berproduksi (menurut pemikiran Karl Max)
3. keidupan moral dan intelektual ( menurut pemikiran Bendix dan Lapset)
4. Ekonomi, politik, dan moral intelektual (menurut Ferdinand Tonnies)
5. Ekonomi, politik, dan kebudayaan (menurut Max Weber)
6. Ekonomi, politik, pekerjaan produktif (menurut Pitirim Sorikin)
7. Ekonomi, politik, kelahiran, kekayaan, kualitas pribadi, pendidikan, agama, ilmu pengetahuan,
    dan kekuasaan (menurut Berger )

    Kesamaan derajat itu merupakan sesuatu yang bisa dikatakan atau sesuatu yang selalu berhubungan dengan status.Manusia memang di ciptakan oleh Tuhan berbeda-beda,tapi di mata Tuhan semua manusia sama derajatnya.Kita sebagai makhluk sosial janganlah suka membeda-bedakan, karena kita semua saling membutuhkan satu sama lainnya. Kesimpulannya walau ada stratifikasi sosial kita harus saling membutuhkan, jika sudah mengerti dengan kesamaan derajat pasti akan lebih menghargai satu sama lain. Manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan dari orang lain.

Rabu, 16 November 2011

WARGA NEGARA DAN NEGARA

       Negara adalah organisasi tertinggi diantara atau beberapa kelompok masyrakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup di dalam daerah tertentu, dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat(Mahfud,2001). Ada beberapa  teori terbentuknya negara di antaranya sebagai berikut :
1. Teori Hukum Alam
2. Teori Ketuhanan
3. Teori Perjanjian Masyarakat
4. Unsur Negara
5. Bentuk Negara

       Negara mempunyai unsur-unsur yang bersifat konstitutif dan bersifat deklaratif. Unsur negara yang bersifat konstitutif adalah : a. Wilayah, b. Rakyat, c. Pemerintahan. Sedangkan yang bersifat deklaratif adalah : a. Adanya tujuan negara, b. UUD, c. Pengakuan negara lain, dan d. Menjadi anggota PBB.
                                           
           Warga negara adalah sekumpulan manusia yang tinggal atau bertempat di suatu negara. Setiap warga negara mempunyai hak seperti bertempat tinggal yang layak, memperoleh pendidikan, bebas berpendapat. Dengan kebebasan berpendapat,ada hal yang menyebabka benttrok antar warga karena perbedaan pendapat, banyak aksi demokrasi yang berujung kerusuhan, merusak fasilitas negara.Padalah fasiltas tersebut juga bisa dinikmati oleh setiap warga negara, secara tidak langsung merugikan sendiri. Jika fasiltas itu rusak warga negara tida bisa menikmatinya.                              

            Jadilah warga negara yang baik,agar negara kita bisa menjadi negara yang lebih baik. Jika ada suatu masalah jangan diselesaikan dengan kekerasan, selesaikan setiap masalah dengan musyawarah agar masalah tersebut tidak menjadi berkepanjangan.

Rabu, 02 November 2011

PEMUDA DAN SOSIALISASI

     Dari zaman ke zaman perkembangan sosialisasi semakin berkembang, setiap manusia mempunyai cara bersosialisasi yang berbeda-beda. Sosialisasi menjadi salah faktor kunci menuju kesuksesan, jika seseorang pandai bersosialisasi, pasti kesuksesan jadi mudah didapatkan.
Salah satu contoh sosialisasi yang dilakukan para pemuda biasanya membentuk organisasi atau karang taruna sebagai media sosialisasi, karang taruna merupakan organisasi kemasyarakatan. Karang taruna tumbuh atas kesadaran dan tanggung jawab sosial. Organisasi karang taruna ini mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.  Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial.
b.  Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat.
c.  Penyelenggara  pemberdayaan  masyarakat  terutama generasi  muda dilingkunggannya  secara  komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan.
d.  Penyelenggara  kegiatan  pengembangan  jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya.
e.  Penanaman  pengertian,  memupuk  dan  meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda.

 Permasalahan juga timbul di generasi pemuda,seperti :
a. Masih banyak para pemuda yang memakai narkoba
b. Tawuran juga masih sering terjadi yang dilakukan oleh para pelajar
c.  Minum-minuman keras yang juga dilakukan oleh generasi muda sekarang.

      Dengan adanya karang taruna ini bisa meminimalisir kegiatan-kegiatan negatif yang ada di generasi muda, jika para pemuda banyak yang melakukan kegiatan-kegiatan yang negatif pasti berdampak bagi masa depan mereka, dan tentunya bangsa ini.

Rabu, 26 Oktober 2011

PERMASALAHAN YANG MUNGKIN TIMBUL DALAM KELUARGA

Keluarga menurut seorang ahli yang bernama Reisner(1980),adalah sebuah kelompok yang terdiri dari satu orang atau lebih yang masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan. Semua orang pasti memiliki keluarga,tapi setiap keluarga memiliki jalan hidup masing-masing,dan semua orang menginginkan keluarga yang bahagia,sakinah,mawadah,warahmah. Tetapi di dalam keluarga juga memiliki problem,karena di dalam keluarga memiliki sifat manusia yang berbeda-beda yang dijadikan satu atap,jadi pasti pasti ada masalah yang timbul.Contohnya seperti masalah perceraian antar orang tua yang biasanya diseabkan oleh perbedaan pendapat,dari perceraian tersebut berdampak juga pada anaknya,yaitu anaknya menjadi terlantar,kurangnya kasih sayang dari kedua orang tuanya yang menjadikan anak tersebut melakukan perilaku yang menyimpang.Di dalam masalah tersebut juga ada jalan keluar atau solusinya :
1.Berpikir panjang untuk mencari jalan keluarnya,
2.Perdekatkan kepada semua anggota keluarga,
3. Jika ada masalah dibicarakan dengan kepala dingin,
4.Sesibuk apapun sempatkan dan luangkan waktu untuk keluarga,agar terhindar dari masalah yang      tidak kita inginkan.

Rabu, 19 Oktober 2011

PERMASALAHAN YANG TERJADI DI MASYARAKAT

Permasalahan yang terjadi di masyarakat pada saat ini sudah sangat kompleks,sudah banyak permasalahan di masyarakat yang semakin lama,semakin parah. Contohnya di lingkungan tempat tinggal saya,sudah sering terjadi banjir yang sangat meresahkan.Padahal yang menyebabkan masalah itu terjadi akibat ulah warga yang sering membuang sampah di saluran perairan yang menyebabkan saluran air tersumbat dan terjadilah banjir. Ada faktor lain yang menyebabkan banjir,karena dinas kebersihan jarang sekali mengangkut sampah di komplek saya jadi banyak warga yang beralasan membuang sampah ke saluran air karena tidak tepatnya petugas kebersihan membersihkan sampah. Akibat permasalahan-permasalahan yang muncul  tersebut akhirnya menggugah pihak yang berwenang di sini yaitu RT/RW untuk melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat sekitar. Sosialisasinya berupa penyuluhan dan pengrahan arti pentingnya kebersihan lingkungan bagi kita semua. Akhirnya muncullah kesadaran para warga untuk bergerak membangun lingkungan yang bersih dan sehat,walaupun petugas kebersihan sampai sekarang belum juga tepat waktu untuk membersihkan sampah-sampah.mulai sekarang para warga setiap minggunya mengadakan kerja bakti untuk mengurangi permasalahan tersebut,membersihkan saluran perairan agar tidak tersumbat yang akan merugikan bagi diri sendri dan warga lainnya,sebab banjir juga membawa berbagai macam penyakit.